///
you're reading...
music, Uncategorized

Jim Morisson

JIM MORRISON (VOKAL) ANTI KEMAPANAN

“…Sebenarnya bisa dibilang suatu kebetulan kalau saya dianggap cocok dengan apa yang saya kerjakan ini. Saya merasa seperti panah pada busur, yang telah ditarik selama 22 tahun dan tiba-tiba dilepaskan. Pada dasarnya saya hanyalah seorang warga negara Amerika, keduanya California dan ketiga, Los Angeles”

Saya selalu tertarik pada pemikiran tentang perlawanan terhadap otoritas kekuasaan. Saya selalu tertarik akan pemikiran tentang penghancuran atau penggulingan sesuatu yang mapan. Apalagi yang berhubungan dengan revolusi, kekacauan, chaos, terutama kegiatan yang terlihat tidak memiliki makna.

“Hal-hal tersebut bagi saya merupakan jalan menuju kebebasan. Revolusi di luar merupakan jalan yang membawa kebebasan di dalam. Dari pada memulai dari dalam, saya memilih dari luar, mencapai mental melalui fisik. Saya seorang Sagitarius, tetapi yang paling utama saya adalah The Doors”.

“Kita semua dari belahan barat. Keseluruhannya ini seperti sebuah undangan menuju ke barat. Matahari, malam, laut juga dunia yang kita anjurkan adalah bentuk baru dari wild west. Dunia yang dianggap jahat. Karena serba asing dan menghantui. Padahal perjalanan matahari menuju ke barat dan itu menuju ke akhir. Kita semua mengelilingi akhir dari suatu zodiak, jalan antara masa muda dan masa tua.”

Peringatan kematian Morrison yang ke-30 di Paris, ditandai dengan kehadiran 400 polisi anti huru-hara yang menjaga keamanan sekitar 30.000 fansnya yang mendatangi makam Morrison. Pasalnya, tahun 91 terjadi anarki di sekitar pemakaman Morrison, karena mereka berebut untuk memeluk nisan sang superstar yang tewas di kamar mandi pada 3 Juli 1971 itu. Hadir dalam prosesi riuh itu sahabatnya, Ray Manzarek.

Jim Morrison, yang memiliki nama asli James Douglas Morrison, lahir di Florida, Amerika Serikat pada 8 Desember 1943 dari pasangan George Stephen Morrison dan Clara Clark Morrison. Januari 1964 Morrison lulus dari UCLA jurusan Theater Arts Departement of the College of Arts.

Era The Doors

Nama Jim Morrison besar sebagai vokalis The Doors yang didirikan tahun 1965 di Los Angeles, bersama kibordis Ray Manzarek. Band yang paling kontroversial pada jamannya karena lirik yang samar, terkadang sangat vulgar dan tidak diduga. Kala itu Manzarek sangat terkesan dengan puisi buatan Morrison yang berjudul “Moonlight Drive” lalu dibentuklah The Doors dengan formasi kibordis Ray Manzarek, vokalis Jim Morrison, drummer John Densmore, dan gitaris Robby Krieger. Nama band The Doors diambil dari buku karya Aldous Huxley, “The Doors of Perception”.

Secara lirikal, The Doors membawa latar musik rock baru dengan suasana yang kompleks, surealis dan sugestif yang mengeksplorasi seks, mistisisme, obat-obatan, pembunuhan, kegilaan hingga kematian. Hal yang mengangkatnya juga menjadi penghambatnya, seperti saat tampil di Ed Sullivan Show dengan lirik “Light My Fire” yang harus dirubah demi kesopanan.

Ditahun 1966 The Doors tampil di Whisky a Go Go ( Sebuah diskotik di California Selatan yang banyak melahirkan band-band terkenal seperti The Byrds, Buffalo Springfield dan Love) dan menjadi home band tetap, yang kemudian membawanya dikontrak oleh Elektra Records pada 18 Agustus 1966. Namun pada 21 Agustus The Doors dipecat dari klub karena menyanyikan lagu “The End” dengan lirik yang sangat kontroversial, terinspirasi dari sebuah film drama Yunani “Oedipus Rex”, yang dalam kisahnya sang protagonis Oedipus membunuh ayahnya dan menyetubuhi ibunya.

Debut album penuh The Doors dirilis Januari 1967 termasuk di dalamnya drama musikal “The End” selama 11 menit. Morrison dan Manzarek yang menyutradarai film promosi (sekarang disebut musik video) untuk single pertamanya “Break on Through”, yang kemudian disusul “Light My Fire”. Kemudian “Strange Days” dirilis, dan popularitas mereka pun kian menggila. Mereka menggabungkan blues dan rock dengan psychedelia yang belum pernah terdengar sebelumnya.

Nama The Doors melambung karena reputasi Morrison sebagai penantang, pemberontak, simbol seks dan “penghibur” sejati di atas panggung. Dia menikmati hawa yang mengikutinya sebagai bintang, walaupun pada akhirnya dia merasa tertekan dengan keterbatasan hidupnya sebagai public figure.

Pada 8 Desember 1970, di ulang tahunnya yang ke 27, Morrison merekam sesi puisi lainnya. Ini merupakan titik balik bagi kehidupannya. Selama penampilan terakhirnya di Ware House, New Orleans- Lousiana pada 12 Desember 1970, Morrison yang mengalami penurunan mental, beberapa kali membanting mikrofon ke lantai panggung. Setelah keadaannya sedikit membaik, The Doors kembali ke akar dengan merilis album “L.A. Woman” ditahun 1971.

Bulan Maret 1971 Morrison pindah ke Paris untuk istirahat dari kegiatan panggungnya dan berkonsentrasi dengan tulisannya, berharap untuk dapat kembali hidup normal. Namun nasib berbicara lain. Morrison meninggal pada 3 Juli pada usia ke 27. ditemukan di bath tub oleh Curson kekasihnya. Menurut biografi yang ditulis Stephen Davis, dilaporkan Morrison ditemukan dengan darah kering di sekitar mulut dan hidungnya dan tanda besar di dadanya yang menandakan kalau penyebab kematiannya karena tuberculosis.

Pasca The Doors

Meski sudah lebih dari 30 tahun sejak kematiannya, popularitas Morrison tidak berkurang. Hal ini antara lain disebabkan oleh karisma dan pengaruh musikalnya yang melekat dan menjadi inspirasi bagi pemusik setelahnya, yang akan menjadi idola dan menurunkan referensi ini pada generasi berikutnya.

Sebagai salah satu penyanyi dan penulis lagu paling populer dan menginspirasi di sejarah musik rock, Morrison menjadi salah satu panutan seorang rockstar; bermuka masam, seksi, androgynous, penuh skandal dan misterius. Celana kulit yang digunakannya ketika di panggung menjadi stereotipe pakaian rockstar.

Penampilan Morrison menginspirasi banyak musisi ternama lainnya, seperti Nick Cave (Nick Cave and the Bad Seeds), Richard Ashcroft (ex-The Verve), Iggy Pop (The Stooges), Glenn Danzig (Danzig), Patti Smith, Ian Curtis (Joy Division), Henry Rollins (Black Flag), Ian Astbury, Perry Ferell (Jane’s Addiction, Porno For Pyros), Scott Weiland (ex-Stone Temple Pilots, Velvet Revolver), Trent Reznor (Nine Inch Nails), Marilyn Manson, Eddie Vedder (Pearl Jam), Ville Valo (HIM), Billy Idol, Siouxsie Sioux (Siouxsie and the Banshees), Noir Désir dan Jeff Martin.

Iggy Pop mengaku terinspirasi oleh Morrison ketika melihat konser The Doors di Ann Arbor, Michigan. Salah satu lagu populer Iggy yang berjudul “The Passenger” ditulis berdasarkan salah satu puisi Morrison.

Ada pula seorang profesor Literatur Perancis di Duke University, Wallace Fowlie, pernah menulis buku yang berjudul Rimbaud and Jim Morrison: “The Rebel as Poet – A Memoir”. Biopic tentang The Doors pernah dibuat ditahun 1991 oleh Oliver Stone. Dibintangi oleh Val Kilmer as the man himself, dengan penampilannya yang gemilang.

Dalam lagu “The Irony of Dying On Your Birthday” yang dibawakan band emo masa kini, Senses Fail, menyebutkan “I want to die like Jim Morrison. I wanna die like God on the cover of Time”. Lain lagi dengan Radiohead, dalam lagunya “Anyone Can Play Guitar” terdapat lirik “Grow my hair. I wanna be Jim Morrison” yang menggambarkan kekaguman dan pengidolaan remaja yang sangat besar terhadap Morrison.

Advertisements

About Reksa Lumina

sceptical and calm. enjoy nature just as much as the animals and people who arte with it. i am intact with myself and have much pride.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

contributors

find me

Follow isGreenDiamond on Twitter

Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

%d bloggers like this: