///
you're reading...
music

Animals -Pink Floyd:Dongeng hewan hewan penguasa Kapitalisme

animalsartwork

animals art work

I’m sorry, new artists of 2011. Grammys or other Music Awards, Kalian hanya membuang buang penghargaan yang berlebihan pada banyak musisi konyol, dan melupakan keping berharga yang di rekam 35 tahun lalu.Of course, you gotta call me crazy, whatever.

saya tiba tiba teringat album pink floyd “ANIMALS” – Dog! mungkin saya sedikit berlebihan, tapi Roger waters begitu jenius  dalam album ini. dia meramu segala sesuatu untuk menggambarkan situasi tahun 1977 di inggris raya dalam album ini- dan kenyataannya situasi pada waktu itu di sana tak jauh beda dengan situasi di sini sekarang. yaitu, betapa beberapa orang besar berperan dan berprilaku layaknya babi, anjing, domba atau mengutip kalimat George Owell dalam bukunya The Animal Farm situasi saat itu seperti Plain human nature.

Album Animals memang banyak dikritisi : ‘underrated’ karena banyak yang menganggap album ini mengecewakan. Animals was trashed by Rolling Stone when it came out because they were expecting a continuation and an improvement of the Spatial Melancholy of Dark Side Of The Moon and Wish You Were Here. Mungkin orang masih berharap sesuatu yang senada dengan Dark Side of The Moon yang fenomenal itu, atau Wish You Were Here yang melankolis dan sendu. Tapi ya begitulah, Progress of Pink Floyd , selalu berubah dan berkembang. Album ini tak lagi mengenai hilang kesadarannya syd barrett, atau sebuah masterpiece komposisi musik seperti yang di tata dalam ruang Dark side of the moon. tapi lebih mengenai fenomena yang lebih besar, sebuah tragedi kegagalan kapitalisme yang brutal and uncountable. dan album ini lebih bersifat memorable, pengingat mengenai kecacatan industry besar dengan dampak pengangguran dan juga sebagai pengingat betapa hidup itu kadang begitu menyedihkan.

pernyataan pernyataan roger waters di album ini memang sebuah kenyataan pahit. semenjak revolusi industri. roger waters beranggapan betapa kurangnya dukungan dukungan terhadap kaum buruh dalam jenjang kasta kapitalisme. orang orang di gembalakan dan di peras layaknya domba [“sheep”], setelah di peras habis keringatnya domba domba itu di pecat dan di buang begitu saja. banyak orang kehilangan pekerjaan/atau malah terus bekerja keras di masa masa tua seharusnya mereka beristirahat. dan kadang di akhir mereka justru kehilangan tanah, rumah sebelum akhirnya mati kelaparan. buruh buruh di cuci otaknya dengan impian impian televisi mengenai kesejahteraan, tapi dalam kapitalisme ada sebuah rumus recycle para elit yang menggariskan bagaimana ketika para buruh mendapat upah- segera mereka menghabiskan nya dengan membelanjakan produk produk kapitalis juga- yang secara tidak langsung mengembalikan pundi pundi kepada para pengusaha lagi. ironis. dan roger waters berteriak teriak dalam album ini bahwa sekat sekat tembok yang menghalangi pandangan itu harus di rubuhkan.

“Now that people are being laid off, lost their homes and realized they’ve been poor almost all their lives without knowing it, they come to their senses: their lives need a make-over, and the wall of lies needs to be tore down”.

The brutal truth is that Pink Floyd released this album in 1977, not last September. Way back in ’77 there was a Freddy Mac, a Sally Mae, a Washington Mutual, an AIG, and of course there was a Dow Jones index monitoring the U.S. economy. But the system’s well oiled wheels that were turning AOK for most people in England were failing and there was a recession. and in indonesian?

battersea power plant. arsitektur deco yang menjadi icon london "electricity" ini menginspirasi artwork untuk cover "Animals".

Inti dari album “animals” ini adalah suatu peringatan, “Anjing/Dogs” sebagai antek para “babi/Pink Pigs” menjalankan suatu bisnis yang meneduhkan dan menjaga para domba tetap di bawah kekuasaan mereka. dan sekarang mungkin sedikit berbeda dengan keadaan abad ke-20, di tahun 70 para anjing tak segan segan membunuh para domba yang represif, bahkan membunuh anjing lainnya. untuk menjaga asupan daging tetap ada untuk tuan “Pink pigs” babi si pemakan segalanya. ya, ini adalah kapitalisme yang disebut para marxism sebagai exploitation de l’homme par l’homme, eksploitasi manusia oleh manusia (bahkan yang sebangsa dan setanah air).

Babi adalah politisi dan penguasa serakah, yang selalu mengambil keuntungan dari apa saja termasuk pajak rakyat kecil. sebuah aksi dari simbolisasi ini adalah pada tanggal 11 desember 2007, sebuah balon udara besar “spider pig” [di ambil dari tokoh babi dalam simpson the movie karena event ini di sisi lain juga merupakan promosi simpsons the movie] di pompa dan di tebangkan di atas arsitektur deco di london. stasiun Battersea power plant/ pembangkit listrik yang menjadi ikon london Electricity dan juga menjadi ide dari cover album Animals karya Storm Thorgerson ini.

Pink Pig terbang di sekitar cerobong battersea power station- london.

Pink Floyd sebagian besar memposisikan diri mereka sebagai seekor domba “Sheep” yang menderita. erangan melody sedih keyboardis : richard wright menandakan betapa tidak adilnya kehidupan di waktu itu. dan di perkuat dengan raungan riff satu chord david gillmour. dalam nada major, triumphant key, coda-ing to the inevitable end. Waters berkata : Pendidikan seharusnya membentuk manusia menjadi “manusia”, tapi dalam kepungan kapitalisme- pendidikan adalah kandang dalam rangka mempersiapkan jutaan sapi siap peras. agenda ini berlanjut dan di sampaikan Waters dengan gemilang dalam album selanjutnya “The Wall”.

Perhatikan isi dari tiap lagu, sebenarnya album ini bukan mengenai binatang. tpi jelas jelas ragam perilaku manusia. kata “babi/pigs” dan “Anjing/Dogs” tak di sebutkan dalam lyrics. kecuali pada kalimat pembukaan dan penutupan saja. di bagian tengah ada performa gitar accoustic dari David Gillmour dan Waters berjudul “Pigs on The wings”, dalam lagu tersebut waters mengemukakan, sekalipun di tengah Kapitalisme: suatu kondisi dimana Uang bisa membeli segalanya, Cinta dan persahabatan adalah hal yang nyata dan tidak ternilai.  Like we never knew it. tanpa cinta dan persahabatan, domba domba akan terasing ketakutan sendirian, dan mereka yang takut akan hidup hidup berarti telah merasakan sepertiga kematian. Dengan adanya tiga tokoh sentral anjing, babi dan domba maka cukuplah album ini menggambarkan peradaban dunia dewasa ini.

atas spider pig di atas battersea power station 2007 bawah cover album animals 1976

Secara musikal “Dogs” sangat mengesankan, komposisi dan melodinya sangat unpredictable. Satu lagu ini saja sebenarnya bisa menggambarkan segalanya : Aliran nada dalam komposisinya sangat merata, Ada bagian bagian komposisi yang megah tapi secara struktural ada integritas dalam menempatkan posisi setiap melodi yang bisa meng-up beat emosi sedemikian rupa. Tempo yang berubah terkendali dengan baik, apik dan lembut. tak ada perubahan tempo yang tajam dan signifikan layaknya progrock yang lain. transisi antara segmen nyaris tak terasa, ketika tersadar kita sudah berada di dalam lagu.

i always remember this line:

Lagu ini menggambarkan tentang ketamakan manusia yang terlalu berorientasi kepada dunia seperti digambarkan pada larik pertama liriknya:

You gotta be crazy, you gotta have a real need.
You gotta sleep on your toes, and when you’re on the street,
you gotta be able to pick out the easy meat with your eyes closed.
And then moving in silently, down wind and out of sight,
you gotta strike when the moment is right, without thinking.

Lagu ini menggambarkan tentang ketamakan manusia yang terlalu berorientasi kepada dunia seperti digambarkan pada baris pertama tadi. Setiap segmen musik di Dogs memang menawan, baik itu yang dengan maupun tanpa lirik, termasuk bagian interlude yang pada dasarnya hanya alunan keyboard dan efek disertai gonggong anjing di waktu malam beserta performa gitar akustik.

And when you loose control, you’ll reap the harvest you have sown.

Kesimpulannya, materi di album Animals ini memang benar benar keluar dari sesi Wish you were here maupun Dark Side Of The Moon. Kasarnya album ini bisa di bilang sebagai karya Roger Waters yang di mainkan Pink Floyd. Sudah Tak ada lagi kemegahan pshycedelic yang di bangun syd barrett. Pada saat ini Waters memang telah menjadi leaders sepenuhnya dari band. tak bisa di salahkan juga, karena bagaimanapun Waters telah bekerja cukup keras selama berbulan bulan untuk mengamati “domba domba” itu. Gillmour, Wright dan Mason kabarnya hanya bermain sesuai arahan Waters.

Album ini, selain sebagai artefak kecacatan Kapitalisme inggris, di sisi lain album ini juga sebagai tanda berakhirnya masa kolaboratif 4 man Floyd yang telah meninggalkan 3 Vynil bersejarah di antara tahun 1971 dan 1975 untuk dunia. setelah album ini Roger Waters dan David Gillmour tak lagi saling “menyapa”.

bagi saya, album inimemorable karena agak menyimpang dari pakem musik Pink Floyd sebelumnya terutama lagu “Pigs” yang upbeat namun ada psikedeliknya juga.  Album ini di indonesia ber-label rekaman Pernia Aquarius warna kuning dengan side B nya Symphonic Slam nan nuansamatik.

by: GreenDiamond

Advertisements

About Reksa Lumina

sceptical and calm. enjoy nature just as much as the animals and people who arte with it. i am intact with myself and have much pride.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

contributors

find me

Follow isGreenDiamond on Twitter

Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

%d bloggers like this: